Daftar Blog Saya

Jumat, 22 Maret 2013

Kembang Lampir

PERTAPAAN KEMBANG LAMPIR

Kembang Lampir terdapat di Dusun Blimbing,Kecamatan Panggang,Kabupaten Gunung Kidul. Cagar budaya ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama 
Pertapaan Mbang Lampir.
 
 
  SEJARAH
Kembang Lmpir merupakan petilasan Ki Ageng Pemanahan. Tempat ini merupakan pertapaan Ki Agaeng Pemanahan ketika mencari wahyu kerato Matarm (Gagak Emprit). Ki AGENG Pemanahan merupakan keturunan Brawijaya V dari kerajaan Majapahit. Dalam bertapa itu akhirnya ia mendapat petunjuk dari Sunan Kalijaga bahwa wahyu gagak emprit itu berada di Dusun Giring,Desa Sodo,Kecamatan Paliyan,Gunung Kidul. Untuk itu ia diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk cepat-cepat pergi kesana. Sampai di desa Sodo ia singgah dirumah kerabatnya Ki Ageng Giring.
Diceritakan bahwa ditempat itu Ki Ageng Giring dan Pemanahan “berebut” wahyu keraton (Pancapurba) yang disimbolkan dengan bentuk degan(kelapa muda). Barang siapa meminum air dega itu sampai habis, aka anak keturunannya akan menjadi raja Tanah Jawa. Konon degan tersebut merupakan symbol persetubuhan dengan seorang putri. Dalam perebuta wahyu tersebut Ki Ageng Pemanahan yag berhasil memenangkannya. Menurut cerita bahwa, saat ki Ageng Giring naik sebuah pohon kelapa, sebuah kelapa muda berbicara “Barang siapa meminum habis kelapa muda maka anak keturunannya akan memnjadi raja Tanah Jawa”. Mendengar suara itu Ki Ageng Giring memetik kelapa muda itu kemudian disimpannya didalam rumah. Ia belum mau meminum degan itu, sebab ia belum merasa haus. Ki Ageng Giring meninggalkan kelapa muda  itu pergi ke ladang dahulu, supaya nanti dirinya merasa haus.
Sampailah dirumahnya, Ki Ageng Pemanahan dengan rasa haus langsung meminum degan milik Ki Ageng Giring tadi. Maka dari itu yang anak dan keturunannya menjadi raja Tanah Jawa adalah Ki Ageng Pemanahan yang merupakan kerabat dekat Ki Ageng Giring.
Untuk dapat sampai ke tempat Pertapaan Mbang Lampir, pengunjung harus melewati anak tangga permanen yang telah dibangun. Adapun Denah kompleks Kembang Lampir berbentuk angka 9(sembilan). Hal ini sebagai tanda bahwa kompleks itu dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Bangunan yang ada disana antar lain: Bangunan Induk untuk tempat penyimpanan pusaka “Wuwung Gebug Mataram dan Songsong Ageng Tunggal Naga” serta dua buah Bangsal Prabayeksa di kanan dan di kiri. Menurut juru kunci Surakso Puspito, sebagai penghormatan terhadap  para pepundhen Mataram di kompleks itu juga dibangun beerapa patung  antara lain: Panembahan Senopati dan Ki Ageng Pemanahan, serta Ki Juru Mertani.
Patung-patung ini dibuat oleh seseoarang yang berasal dari Jogja. Ia mendapatkan Inspirasi bentuk dan rupa wajah-wajah patung tersebut bermulai dari mimpi yang beliau dapatkan. Mimpi itu ia dapatkan tidak sekaligus sempurna bentuk orang , akan tetapi bertahap-tahap. Beliau mendapatkan  mimpi tentang gambaran bentuk tubuhnya,kemudian kepalanya ,dst. Sehingga pembuat patng tersebut dalam proses pembuatan patung, beliau telebih dahulu membuat badan patung itu,kemudian kepala berikutnya sesuai dengan mimpi yang tlah ia dapatkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar